Selasa, November 17, 2009

memperbaiki foto yang rusak

Memperbaiki Foto yang Rusak


Foto Jadul bisa dibikin bagus lagi lho.. saya terinspirasi waktu abis scan foto lama Mantan Pacar saya ( Sekarang udah jadi Istri -red ).. hasil scan nya jelek banget.. karena emang foto nya juga udah rusak.. saya coba-coba benerin foto nya pake photoshop.. hasilnya bagus ternyata.. saya share deh skarang cara-cara nya :


Buka foto yang mau dibenerin :


repro1


Lumayan parah juga rusaknya.. :D .. Duplikat layer background dengan tekan ctrl + J


repro2


Kita kerja di layer 1 nya.. biarin aja background nya tetep gambar original nya buat perbandingan before dan after nanti… Sekarang kita gunakan Clone Stamp Tool . Cara kerja Clone stamp tool sudah saya posting .. disini.


repro3


Sekarang Zoom di bagian-bagian yang ada cacatnya.. Tekan tombol ALT lalu klik di bagian yang bersih ( artinya : kita meng kloning atau duplikat bagian yang bersih ke bagian yang cacat ) syaratnya warna nya harus sama , minimal mendekati .. dibagian ini butuh kesabaran tingkat tinggi hehehe… untuk hasil yang bagus.. kenapa tidak?? tul gak?


repro4


Lalu Klik di bagian yang cacat..


repro5


saya kasih contoh satu lagi..


repro6


Lakukan cara ini ke semua bagian yang cacat.. hasilnya gini nih kira-kira..


repro8


Kira-kira begitu..


sekarang kita haluskan fotonya dengan mengurangi NOISE nya. Klik FILTER > NOISE > REDUCE NOISE


Ikuti settingan dibawah :


repro7


sekarang Duplikat layer 1 ..


repro9


Sekarang gunakan DODGE TOOL untuk mencerahkan bagian muka.. warnai bagian muka dengan dogde tool


repro10


Ubah Layer Effect nya menjadi Overlay dan Opacity 70% ..


repro11


Hasilnya :


repro12


Kalo warna kurang bagus.. atur di bagian Brightness and Contrass . Image > adjustment > brightness/contrass


Sekarang lihat perbandingan sebelum dan sesudah nya :


repro13


Selamat mencoba ! Harus sabar yaa .. hehehe..








Artikel Memperbaiki Foto yang Rusak ini dipersembahkan oleh Tutorial Photoshop Gratis. Kunjungi Wallpaper, Font, Desktop Theme Gratis Pokoknya Serba Gratis. Baca Juga Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang, untuk mengetahui lebih jauh tentang Pandeglang sebagai Objek Wisata yang patut diperhitungkan karena keindahannya.

Rabu, April 22, 2009

Sabtu, April 11, 2009

Di bayang wajahmu
Kutemukan kasih dan hidup
Yang lama lelah aku cari
Dimasa lalu

Kau datang padaku
Kau tawarkan hati nan lugu
Selalu mencoba mengerti
Hasrat dalam diri

Kau mainkan untukku
Sebuah lagu tentang negeri di awan
Dimana kedamaian menjadi istananya
Dan kini tengah kaubawa
Aku menuju kesana

Ternyata hatimu
Penuh dengan bahasa kasih
Yang terungkapkan dengan pasti
Dalam suka dan sedih


Koleksi Katon Bagaskara yang lain.
Download mp3 & lirik lagu Katon Bagaskara Negeri Di Awan
Free Download MP3

Senin, Februari 16, 2009

FORUM ALUMNI MTS N 3 97/98


setelah sekian lama berjuang untuk mengumpulkan teman2 berhasil, walau tidak terlalu memuaskan. 
touring....,
tujuan sebenernya bukan touring, tapi bagaimana tali silaturahmi kita tetep terjalin makanya berbagai upaya kita kerahkan.
akhirnya...
pada hari Minggu 15 Feb 2009 di puncak Cisarua Bogor, di bentuklah sebuah forum untuk mewadahi silaturahmi antar kelas di Mts Negeri 3, yang selama ini ga pernah terdengar kabarnya.
Makanya buat temen2 mantan anak2 yang pernah sekolah di PGA mari kita perkuat tali silaturahmi kita!  

 

Senin, Februari 09, 2009

Khutbah Terakhir Rasulullah

Khutbah Terakhir Nabi Muhammad SAW

 (Khutbah ini disampaikan pada 9 Dzulhijjah 10 H dilembah Uranah, Arafah)

 Ya, saudara-saudaraku, perhatikan apa yang akan aku sampaikan, aku tidak tahu apakah tahun depan aku masih berada di antara kalian. Karenanya dengarkan baik-baik apa yang kukatakan ini dan sampaikan kepada mereka yang tidak dapat hadir saat ini.

 Ya, saudara-saudaraku, seperti kita ketahui, bulan ini, hari ini dan kota ini adalah suci, karenanya pandanglah kehidupan dan milik setiap orang Muslim sebagai kepercayaan yang suci. Kembalikan barang-barang yang dipercayakan kepadamu kepada pemilik yang sebenarnya.

 Jangan kau lukai orang lain sebagaimana orang lain tidak melukaimu. Ingatlah bahwa kamu akan bertemu dengan Allah SWT dan Dia akan memperhitungkan amalanmu dengan sebenar-benarnya.

 

Allah SWT telah melarangmu memungut riba, karenanya mulai saat ini dan untuk seterusnya kewajiban membayar riba dihapuskan. 

Waspadalah terhadap syaitan, demi keselamatan Agamamu. Dia telah kehilangan semua harapannya untuk membawa kalian pada kesesatan yang nyata, tapi waspadalah agar tidak terjebak pada tipuan halusnya.

 Ya, saudara-saudaraku, adalah benar kamu mempunyai hak tertentu terhadap isteri-isterimu, tapi mereka juga mempunyai hak atas dirimu. Apabila mereka mematuhi hakmu maka mereka memperoleh haknya untuk mendapat makanan dan pakaian secara layak. Perlakukanlah isteri-isterimu dengan baik dan bersikaplah manis terhadap mereka, karena mereka adalah pendampingmu dan penolongmu yang setia. Dan adalah hakmu untuk melarang mereka berteman dengan orang-orang yang tidak kamu sukai, dan juga terlarang melakukan perzinahan.

Ya, saudara-saudaraku, dengarkanlah baik-baik, sembahlah Allah, Shalat lima kali dalam sehari, laksanakan Puasa selama bulan Ramadhan, dan tunaikanlah Zakat, laksanakan ibadah Haji bila mampu.

 Ketahuilah bahwa sesama Muslim adalah bersaudara. Kamu semua adalah sederajat. Tidak ada perbedaan satu terhadap yang lain kecuali Ketaqwaan dan Amal Shalih. Ingatlah, suatu hari kamu akan menghadap Allah dan harus mempertanggung jawabkan semua amalanmu. Karena itu berhati-hatilah jangan menyimpang dari jalan kebenaran setelah kepergianku nanti.

 

Ya, saudara-saudaraku, tidak akan ada Nabi atau Rasul sesudahku dan tidak akan ada agama lain yang lahir. Karenanya simaklah baik-baik ya Saudaraku, dan pahamilah kata-kata yang kusampaikan kepadamu, bahwa aku meninggalkan dua pusaka, Al-Qur'an dan contoh-contohku sebagai As-Sunnah dan bila kalian mengikutinya tidak mungkin akan tersesat.

 Siapa yang mendengarkan perkataanku ini wajib menyampaikannya kepada yang lain dan seterusnya dan mungkin yang terakhir memahami kata-kataku ini bisa lebih baik dari yang langsung mendengarkan.

 Demi Allah aku bersaksi, bahwa aku telah menyampaikan ajaran-Mu kepada umat-Mu ya Allah.

 

Selasa, Januari 06, 2009

PENTINGNYA PAHALA

Anda ke Eropa harus punya uang euro, Ke Jepang harus punya yen, tapi ke alam kubur, alam mahsyar dan alam akhirat semua mata uang ataupun harta tidak berguna. satu-satunya yang berguna adalah Pahala.

Maka sudah semestinya kita harus selalu cari pahala dan mengutamakan amalan2 yang pahalanya berlipat ganda, bukan bermalas-malasandan mencukupkan diri dengan amalan yang berpahala kecil.

Seperti apa pentingnya pahala, di dunia ini tidak ada persamaannya. sebab jika orang eroapa kehabisan uang, ia bisa mengemis, meskipun dirinya jadi hina tapi ia tetap bisa hidup.
di Akhirat jika orang tidak punya bekal pahala, atau pahalanya kalah berat dengan dosanya, pastilah orang itu masuk neraka. 

Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan kebaikannya, maka tempat kebaikannya adalah neraka hawiyah, dan tahukah kamu neraka Hawiyah itu?(yaitu) api yang sangat panas.(QS. Al-Qoriah/101:8-11)

Jadi bagaimana orang bisa mencueki adanya resiko neraka, padahal disulut api rokok 1 detik aja tidak ada yang tahan. sedangkan neraka:
Setiap kali kulit mereka hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab. sesungguhnya Allah maha perkasa lagi maha Bijaksana.(QS. An-Nisa/4:56)

Adzab Neraka yang paling ringan adalah orang yang dipakaikan 2 klompen dari bara neraka, maka seketika itu otaknya mendidih (QS. Al-Bukhori:7472)

Naudzu billahi min dzalik....

Senin, Januari 05, 2009

Mencintai Tanpa Pamrih

KH. Jalaluddin Rakhmat
Khazanah ilmu tasawuf mengenal seorang perempuan yang dianggap sebagai salah satu dari para tokoh sufi terbesar sepanjang sejarah. Namanya Rabiah Al-Adawiyah. Konon, suatu hari Rabiah pernah diketemukan berlari-lari ke pasar dengan membawa seember air di tangan kanannya dan sebilah obor di tangan kirinya.
Orang-orang keheranan. Mereka bertanya, “Hai Rabiah, apa yang kau lakukan?” Rabiah menjawab, “Dengan air ini, aku ingin memadamkan neraka dan dengan api ini aku ingin membakar surga; supaya setelah ini orang tidak lagi menyembah Tuhan karena takut akan neraka dan karena berharap akan surga. Aku ingin setelah ini hamba-hamba Tuhan akan menyembah-Nya hanya karena cinta.”
Seperti yang pernah diucapkan Imam Ali kw, banyak orang menyembah Tuhan karena mengharapkan sesuatu. Ibadat mereka lakukan sebagai suatu investasi agar suatu saat Tuhan membayar hasil ibadat itu kepada mereka. Imam Ali menyebut ibadat mereka yang mengharapkan pahala sebagai ibadat para pedagang. Ada juga orang yang menyembah Tuhan karena takut akan siksa-Nya. Mereka takut menghadapi azab Tuhan. Menurut Imam Ali, ibadat mereka sama seperti pengabdian seorang budak belian kepada tuannya.
Ibadat yang sebenarnya adalah ibadat karena cinta. Itulah ibadat orang-orang merdeka.
Tasawuf adalah ilmu yang mempelajari cara menyembah Tuhan, bukan karena mengharapkan pahala-Nya atau takut karena siksa-Nya. Para sufi ingin mengabdi kepada Tuhan karena kecintaan kepada-Nya.
Seorang tokoh sufi yang lain, Junaid Al-Baghdadi, mendefinisikan tasawuf sebagai “Engkau berusaha untuk selalu bersama Allah tanpa ada persyaratan apa-pun. Engkau ingin selalu bergabung dengan Allah tanpa pamrih apa-pun selain kebersamaan bersama-Nya.”
Sejak saat itu, para ulama dan orang-orang salih mengembangkan kiat-kiat agar kita menyembah Allah karena cinta semata, bukan karena siksa atau pahala. Cinta yang disebut Junaid sebagai cinta tanpa prasyarat; unconditional love.
Sesungguhnya kalau kita kembali kepada ajaran Islam, kita akan menemukan cinta tanpa pamrih itu. Jibril pernah datang menemui Rasulullah saw dan bertanya, “Apakah Islam itu?” Rasulullah saw menjawabnya dengan menjelaskan tentang rukun Islam. Jibril kembali bertanya, “Apakah Iman itu?” Rasulullah saw kembali menjawab dengan menjelaskan tentang rukun Iman. Dan ketika Jibril mengajukan pertanyaan terakhir, “Apakah Ihsan itu?” Rasulullah saw menjawab, “Ihsan adalah kau beribadat kepada Tuhan seakan-akan kau melihat Dia. Dan apabila kau tak melihatnya, maka rasakanlah bahwa Tuhan melihatmu.”
Yang dipelajari dalam tasawuf adalah upaya menghadirkan Tuhan dalam ibadat-ibadat kita. Sekiranya kita tak sanggup melihat-Nya, maka setidaknya kita bisa merasa kehadiran Tuhan dalam ibadat-ibadat kita. Hal ini mengingatkan kita akan sebuah cerita klasik dari tanah Jawa: Konon, seseorang pernah datang untuk belajar tasawuf kepada Sunan Kalijaga. Sunan mengajaknya terlebih dulu untuk salat bersama. Orang itu pun salat pada barisan pertama, tepat di belakang sang sunan yang menjadi imam. Ketika salat, murid baru itu melihat bahwa sarung yang dipakai sunan telah robek. Pada waktu salat ia berfikir bahwa salatnya tidak begitu sah karena sarung yang dipakai imam salat ada lubangnya.
Seusai salat ia datang menemui Sunan Kalijaga dan berkata, “Wahai Sunan, ketika aku salat, aku lihat ada lubang di kain sarungmu.” Sunan menjawab, “Kau belum pantas untuk menjadi muridku karena ketika kau salat, perhatianmu tidak kau tujukan kepada Allah swt. Padahal dalam salat, kau mengucapkan, “Innî wajahtu wajhiya lilladzî fatharas samâwati wal ardh, Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Dia yang menciptakan langit dan bumi.” Sementara ketika kau salat, yang kau perhatikan hanyalah sobekan di sarungku….”
Seorang sufi adalah ia, yang ketika melakukan ibadat, berusaha merasakan seakan Tuhan memperhatikannya. Ia memusatkan segala perhatiannya kepada Allah dan memutuskan seluruh ikatannya kepada apa pun selain Allah swt.
Sebelum kita belajar tasawuf, biasanya kita dianjurkan untuk belajar fikih. Apa yang membedakan fikih dengan tasawuf? Fikih mempelajari bagian-bagian lahiriah dari agama. Para ahli fikih menyebutkan, “Hukum itu ditetapkan berdasarkan bentuk-bentuk lahirnya.” Bila fikih membicarakan salat, yang dibahas adalah gerakan-gerakan salat yang bisa kita lihat dengan mata dan bisa kita dengar dengan telinga. Para sufi mengajarkan kita untuk memelihara adab-adab batiniah dari setiap ibadat yang kita lakukan. Tasawuf tidak lagi membicarakan salat seperti apa yang kita lihat atau dengar. Tasawuf ingin mengajarkan kita cara-cara memelihara adab-adab batiniah dalam salat.
Salat, sebagaimana seluruh benda di dunia ini, memiliki dua bentuk, lahiriah dan batiniah. Para sufi mengatakan bahwa untuk setiap maujud, selain mereka memiliki bentuk di alam mulk, juga memiliki bentuk di alam malakut. Al-Quran mengatakan: Maha suci Allah yang di tangan-Nyalah terdapat malakut segala sesuatu. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Mulk; 1)
Dalam tasawuf, diajarkan upaya untuk mencapai alam malakut dari ibadat-ibadat kita. Oleh sebab itu, apabila fikih yang kita pelajari membicarakan ibadat dari segi lahiriah, tasawuf membicarakan ibadat dari segi batiniahnya. Secara ilmiah, orang mengatakan fikih berkaitan dengan dimensi eksoteris dari ajaran Islam sementara tasawuf berkaitan dengan dimensi esoteris dari ajaran Islam.
Seluruh agama tentu memiliki dimensi esoteris. Karenanya, kita sering menemukan apa yang diajarkan tasawuf juga terdapat dalam ajaran-ajaran agama lain. Tasawuf mengajarkan cara-cara mencapai pertemuan dengan Tuhan sementara mistisisme ajaran agama lain juga berusaha mempertemukan kita dengan Allah swt.
Terakhir, saya ingin menyebutkan satu lagi definisi dari tasawuf. Ada orang yang mengatakan bahwa Islam berkaitan dengan syariat, Iman berkaitan dengan akidah, dan Ihsan berkaitan dengan akhlak. Tasawuf, dengan mengesampingkan aspek-aspek filsafatnya, adalah sebuah ajaran etika, sebuah ajaran akhlak. Tasawuf pada intinya berusaha mendekatkan diri kita dengan Allah swt. Dan Allah swt hanya dapat didekati dengan akhlak yang baik. Abu Muhammad Al-Jariri, dalam Awârihul Ma’arif, menulis: “Yang disebut tasawuf adalah memasuki semua akhlak yang mulia dan meninggalkan semua akhlak yang tecela….”

Salam.

Buat Sahabat, Teman, dan lain-lain...
salam buat anak-anak lulusan Al-khairiyah, Mts Negeri 3, SMU YPM.
Buat lo...lo.... yang pada pernah sekolah sama kaya gw, kita kenalan kalau nggak kenal,
lu boleh isi komentar apa aja tentang gw!!

Khususnya buat anak Mts Negeri 3 angkatan 97/98 yang lagi berusaha membuat silaturahmi kembali, ayo kita bantu dengan ikut acaranya..


foto